KABAR 121 :

Selamat Datang di Website Resmi KSR PMI Unit 121 Politeknik Negeri Ujung Pandang ||

Artikel

Halusinasi atau Realita ?

INFOKOM | Minggu, 11 April 2021 - 14:21:34 WIB | dibaca: 341 pembaca

 

 

 

 

 

Tanpa disadari setiap orang pasti pernah mengalami halusinasi baik berupa suara ataupun visual. Gangguan proses berpikir atau biasa disebut skizofrenia, dimana seseorang sulit membedakan antara halusinasi dengan realita. Skizofrenia merupakan  gangguan psikotik dengan distorsi proses pikir, kadang-kadang mempunyai perasaan bahwa dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan dari luar dirinya, keyakinan seseorang yang tidak sesuai realita, gangguan persepsi, dan autisme. Suatu gambaran jiwa yang terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni antara proses pikir, perasaan, dan perbuatan.

Meski bisa diderita oleh siapa pun, skizofrenia lebih sering dialami oleh pria yang berusia 15–25 tahun. Adapun beberapa faktor yang mendasari terjadinya skizofrenia yaitu faktor genetik, metabolisme dan neurokimia. Gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia yaitu halusinasi, delusi, miskin bicara (alogia), bloking, kurang merawat diri, kurang motivasi, anhedonia dan penarikan diri secara sosial.

Obat antipsikotik merupakan obat untuk mengendalikan gejala aktif dan mencegah kekambuhan skizofrenia. Mengingat belum bisa diketahui penyebab pastinya, jadi skizofrenia tidak bisa dicegah. Lantaran pencegahannya sulit, maka deteksi dan pengendalian dini penting, terutama bila sudah ditemukan adanya gejala. Dengan pengobatan ini, bila telah diagnosis dapat membuat penderita normal kembali, serta mencegah terjadinya gejala skizofrenia berkelanjutan.

Now and Forever for Humanity!!


 

 

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)