KABAR 121 :

Selamat Datang di Website Resmi KSR PMI Unit 121 Politeknik Negeri Ujung Pandang ||

Berita

HARI SUKARELAWAN PMI, JUSUF KALLA KENANG 10 TAHUN TSUNAMI ACEH

INFOKOM | Sabtu, 27 Desember 2014 - 13:25:09 WIB | dibaca: 1473 pembaca

Pada tanggal 26 Desember 2014, kita memperingati dua hari besar yakni peringatan tragedi bencana Tsunami yang melanda Aceh-Nias dan peringatan hari sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI).

 

Selama tiga bulan, lebih dari 2.200 Sukarelawan PMI dari 27 Provinsi di Indonesia pergi ke Aceh dan Nias untuk bertugas bergilir selama dua minggu. Mereka bekerja sepanjang hari untuk melaksanakan tugas yang tragis tapi perlu, seperti mengevakuasi mayat pria, wanita, anak-anak yang menjadi korban Tsunami.

 

Berawal dari keterlibatan sukarelawan PMI dalam kegiatan kemanusiaan pada saat bencana gempa dan tsunami di Aceh-Nias tahun 2004. Peristiwa tersebut menjadi momentum pertumbuhan sikap kerelawanan di Indonesia. Selain itu, momentum ini juga merupakan pengalaman yang luar biasa bagi relawan yang telah mendarma-baktikan diri, waktu serta tenaganya bagi kemanusiaan.

 

Besarnya bakti relawan PMI terhadap kemanusiaan kala itu, membuat relawan PMI mendapat pengakuan dengan dinyatakannya tanggal 26 Desember sebagai hari sukarelawan PMI oleh Presiden RI pada tahun 2005, setahun paska bencana tsunami di wilayah Sumatera. 

 

Wakil Presiden Jusuf Kalla masih ingat gambaran tragedi mengiris hati saat gempa dan tsunami menghancurkan Aceh, 10 tahun lalu. Saat itu mayat bergelimang bukan kepalang.

"Di Lapangan Blang Padang ini, pada waktu itu, kita mengetahui ribuan jenazah terkapar. Air mata kita semua telah melimpah pada waktu itu, semua perasaan manusia terah tertumpah, perasaan bingung, terkejut, sedih, ketakutan, penderitaan," kata Jusuf Kalla mengawali pidatonya pada peringatan detik-detik terjadinya gempa dan tsunami Aceh 10 tahun lalu di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (26/12/2014).

 

"Dulu saya ditanya, kenapa Wakil Presiden tidak menangis pada waktu itu? Kalau saya menangis, siapa lagi yang tidak menangis untuk membantu rakyat di sini?" ungkap JK.

Sepuluh tahun berlalu, bendungan air mata JK bobol juga. Kala menonton film mengenang peristiwa tsunami dalam acara puncak peringatan 10 tahun Tsunami di Aceh satu dasawarsa lalu, Wapres menitikkan air mata. "Saya tadi sedikit menitikkan air mata setelah melihat film," ungkapnya.

Dia lantas mengajak hadirin untuk berdoa. "Kita mendoakan kepada seluruh para syahid yang ada waktu itu dengan surat Alfatihah, kita mulai..." 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)