KABAR 121 :

Selamat Datang di Website Resmi KSR PMI Unit 121 Politeknik Negeri Ujung Pandang ||

Artikel

Menggeretakkan Sendi Bahaya Atau Tidak?

INFOKOM | Jumat, 06 Maret 2015 - 21:39:08 WIB | dibaca: 681 pembaca

menggeretakkan jari

Apakah kamu sering menggeretakkan jari-jari tangan, leher, bahkan punggung kamu saat merasa pegal? Sebaiknya mulai sekarang, kamu harus mengurangi kebiasaan tersebut. Sensasi lega yang dirasakan setelah menggeretakkan anggota tubuh kamu yang terasa letih, sebenarnya hanyalah sugesti bahwa tubuh memang sakit sehingga dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Namun, menggeretakkan tulang sehingga berbunyi ternyata berbahaya.

 

Dari mana bunyi saat menggeretakkan jari berasal?

        Secara sederhana, persendian adalah titik dimana dua tulang (atau lebih) bertemu. Sendi ini dibungkus oleh kapsul sendi yang mengandung pelumas alami yang disebut dengan synovial fluid (cairan synovial). Cairan synovial ini mengandung campuran gas oksigen, nitrogen, dan karbondioksida yang berfungsi agar persendian mudah bergerak dan tetap licin. Saat kita menggeretakkan jari-jari kita, maka persendian akan tertarik sehingga kapsul sendi akan bertambah luas. Hal ini menyebabkan gas dalam cairan synovial akan dilepaskan dan letusan gas-gas itulah yang menghasilkan bunyi.

   

cairan synovial

 

     Adapun cairan synovial membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyerap campuran gas tersebut lagi. Sehingga kita tidak akan mendengar bunyi saat menggeretakkan jari untuk kedua kalinya dalam jangka waktu yang berdekatan.

 

Apa bahaya menggeretakkan jari?

     Sebenarnya menggeretakkan jari-jari tangan atau sendi lainnya tidak akan berbahaya jika dilakukan hanya satu atau dua kali. “Namun, jika terlalu keseringan maka mampu menyebabkan keseleo sendi atau pertumbuhan sendi yang tidak sehat,” jelas Dr. Pedro K.B. yang merupakan ahli bedah dari The Rothman Institute.

 

         Selain itu, sering menggeretakkan tangan juga bisa menyebabkan ketidakstabilan dan peradangan pada sendi. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, bukan tak mungkin perlahan seseorang akan kehilangan kekuatan pegangan tangan mereka dan mengalami penurunan fungsi tangan.

 

       Oleh karena itu, mari kita tinggalkan kebiasaan menggeretakkan sendi. Kita bisa menggantinya dengan meregangkan tubuh dengan cara yang lain seperti tidur telentang sempurna. Posisi seperti itu selama 10 menit bisa melancarkan peredaran darah. Bila peredaran darah lancar maka rasa sakit dan pegal akan berkurang.

Semoga bermanfaat! (sfr)

Now and Forever For Humanity!










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)