KABAR 121 :

Selamat Datang di Website Resmi KSR PMI Unit 121 Politeknik Negeri Ujung Pandang ||

Artikel

Polemik Vaksin Sinovac dari “Negeri Tirai Bambu”

INFOKOM | Senin, 22 Maret 2021 - 09:36:15 WIB | dibaca: 383 pembaca

  Penyebaran virus corona secara global masih terus bertambah setiap harinya, khususnya di Indonesia. Situasi ini, membuat Indonesia menjadi negara pertama yang meloloskan vaksin Covid-19  setelah China. Vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac dari “Negeri Tirai Bambu”. Vaksin Sinovac yang diloloskan oleh Indonesia pun menjadi polemik dikalangan masyarakat. Berbagai perbedaan pendapat pun bermunculan, ada beberapa masyarakat yang pro dengan penggunaan vaksin Sinovac dengan alasan mereka yakin vaksin ini akan membantu Indonesia untuk menghentikan penyebaran covid-19 dan kehidupan akan kembali normal setelah penggunaan vaksin di seluruh Indonesia. Disisi lain, masyarakat yang kontra dengan vaksin Sinovac sangat membantah penggunaan vaksin tersebut, mereka masih ragu dengan keamanan dan halal tidaknya vaksin dari “Negeri Tirai Bambu” ini.

Karena banyaknya pro dan kontra yang terjadi di masyarakat, presiden Joko Widodo bersedia menjadi orang pertama yang divaksin menggunakan vaksin Sinovac. Selain itu, ada 3 fakta yang harus kita ketahui tentang vaksin Sinovac dari "Negeri Tirai Bambu". Pertama, vaksin ini telah melewati uji klinis fase 3 yang dilakukan di Bandung. Berdasarkan uji klinis tersebut, vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3% angka ini sudah memenuhi syarat World Health Organization (WHO). Kedua, vaksin Sinovac dinyatakan suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dan ketiga, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Emergency Use Authorization (EUA) telah memberikan izin atas pemberian vaksin Sinovac. Dengan demikian, vaksin Sinovac dari “Negeri Tirai Bambu” tidak perlu diragukan lagi keamanannya.

Now and Forever for Humanity!!



 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)