KABAR 121 :

Selamat Datang di Website Resmi KSR PMI Unit 121 Politeknik Negeri Ujung Pandang ||

Artikel

Yuk !! Kenal Lebih Dekat Lagi Dengan Penyakit Difteri

INFOKOM | Selasa, 30 Januari 2018 - 07:57:37 WIB | dibaca: 325 pembaca

Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan, bakteri tersebut menghasilkan toksin/racun yang menyerang selaput lendir, sistem pernafasan atas dan kulit. Penyakit ini termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2017. Diantara angka tersebut Indonesia turut menyumbang 593 kasus dan menjadi urutan ke-2 dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Penularan Difteri bisa terjadi melalui bersin dan batuk dari penderita yang terinfeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae. Berikut ini beberapa gejala penyakit yang timbul pada saat terserang penyakit Difteri .

  • Pembengkakan pada kelenjar leher
  • Radang tenggorokan dan suara menjadi serak
  • Masalah pernapasan dan kesullitan menelan
  • Hidung berlendir
  •  Demam dan menggigil
  • Perasaan tidak nyaman
  • Gangguan penglihatan
  • Bicara yang melantur
  • Kulit pucat, berkeringat dan jantung berdebar
  • Muncul selaput di tenggorokan berwarnah putih ke abu- abuan.

Komplikasi yang akan terjadi diantaranya adalah Gagal Nafas, Sakit Kulit, Infeksi Jantung dan Gagal Ginjal, hal yang perlu di lakukan saat terserang penyakit ini adalah istirahat total di rumah atau di RS dan membatasi segala aktivitas fisik hingga sembuh total, menghindari kontak langsung dengan orang lain agar tidak menyebarkan penyakit difteri  tersebut, bila perlu berlakukan isolasi ketat, serta pemberian Antibiotik dan Anti Difteri Serum (ADS) dengan pengawasan dokter.

Dengan adanya informasi yang telah didapatkan dari berbagai sumber informasi mengenai penyakit difteri, pengetahuan kita menjadi jauh lebih luas dan cara terbaik mencegah penyakit difteri adalah  dengan perilaku hidup bersih dan sehat, diantaranya etika batuk dan cuci tangan serta pemberian vaksin. Di indonesia sendiri pemberian vaksin melalui imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan. Karena itu, mari cegah Difteri di mulai dari kita, semoga bermanfaat.

Now and Forever For Humanity